Ilustrasi pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan

Pengukuran Lahan, Tahap Pertama dalam Pengembangan Pelabuhan

Dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu, sektor transportasi sekarang ini semakin berkembang, terutama untuk jalur lintas negara. Transportasi menjadi salah satu sektor yang akan efisien dalam mendorong sektor ekonomi suatu negara. Proses perdagangan lintas daerah pun menjadi lebih mudah dan cepat, dengan biaya logistik juga dapat lebih murah. Oleh karena itu pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan sering kali patut untuk diperhitungkan untuk memudahkan proses logistik.

Pentingnya pengembangan pelabuhan

Di Indonesia, muatan kargo di pelabuhan dapat membutuhkan waktu sekitar 3 hari, lebih lama jika dibandingkan dengan rata-rata negara Asia yang butuh sekitar 1-2 hari saja. Ini merupakan suatu masalah yang dapat menyebabkan proses perekonomian tidak berkembang.

Pada dasarnya, pengembangan pelabuhan akan mengikuti arus perdagangan. Adapun pembangunan fasilitas infrastruktur pada pelabuhan akan otomatis menurunkan biaya logistik, menghemat waktu dwelling time, dan membuat proses fasilitasi perdagangan menjadi lebih baik.

Suatu studi Bank Dunia (2014) mengemukakan bahwa biaya angkatan laut mempengaruhi sekitar 2%-3% harga barang pada tingkat konsumen akhir, sementara biaya akibat dwelling time bisa berpengaruh 6%-15% harga barang. Persentase tinggi tersebut dapat berlaku terutama pada daerah-daerah yang masih dinilai sulit dalam pengangkutan barang.

Efisiensi pelabuhan memiliki peranan penting dalam menurunkan biaya logistik. Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan menjadi cara yang dapat ditempuh untuk mewujudkan indikator perekonomian yang semakin meningkat.

Perencanaan pembangunan pelabuhan perlu dilaksanakan dengan profesional supaya dapat memberikan dampak yang besar baik pada perekonomian suatu negara.

Pengukuran lahan dalam pengembangan pelabuhan

Salah satu langkah krusial dalam pengembangan pelabuhan adalah dengan melakukan pengukuran lahan yang akan digunakan. Pekerjaan pengukuran lahan dengan tujuan untuk pengembangan pelabuhan perlu dilakukan oleh tenaga-tenaga profesional dan teknologi-teknologi yang efisien. Oleh karena itu, pengembangan pelabuhan biasa dipercayakan kepada perusahaan konstruksi yang sudah memiliki reputasi baik.

Proses pengukuran lahan dilakukan dengan pengukuran topografi dan pemetaan dengan  tujuan untuk mendapatkan informasi yang rinci mengenai bentuk permukaan tanah serta kenampakan wilayah, baik berupa unsur alami ataupun unsur buatan.

Lingkup-lingkup pekerjaan dalam pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan di antaranya adalah dengan melakukan survei untuk mendapatkan data umum, penentuan batas wilayah pengukuran, pengukuran detail lokasi serta kondisinya, hingga survei pasang surut, dan sebagainya untuk kemudian dilakukan pengolahan data pengukuran yang telah ada.

Output dalam pengukuran lahan adalah berupa peta topografi yang menjelaskan tentang kontur suatu wilayah dan detail situasi yang aktual. Selain itu, terdapat pula peta batimetri, peta lahan pengembangan pelabuhan, dan koordinat titik GCP yang akan membantu proses pengerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Pengembangan pelabuhan menjadi fitur yang kemudian akan menarik bagi investor untuk berinvestasi pada kawasan industri daerah bersangkutan. Adanya fasilitas pelabuhan pada kawasan industri akan dapat meningkatkan proses perekonomian ke arah yang lebih positif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *